Microsoft baru-baru ini memperingatkan bahwa jaringan WiFi di hotel mungkin telah terkompromi. Dalam sebuah posting di situs web Threat Intelligence mereka, Microsoft melaporkan adanya operasi peretasan baru bernama “CaptiveCrunch” yang diduga memiliki keterkaitan dengan Rusia.
Sejak bulan Mei, Microsoft mencatat adanya “kompromi luas terhadap jaringan Wi-Fi di organisasi terkait perhotelan,” termasuk jaringan WiFi yang ada di hotel-hotel. Hal ini menjadi perhatian penting, terutama bagi para pelancong yang sering bergantung pada jaringan WiFi publik saat bepergian.
Operasi peretasan ini bekerja dengan cara menipu pengguna agar mengunduh file berbahaya melalui pop-up yang muncul saat mereka terhubung ke jaringan WiFi hotel. Para peretas tersebut bisa mendapatkan tangkapan layar dan mencatat penekanan tombol, bahkan dapat meretas perangkat secara jarak jauh jika diperlukan. Selain itu, mereka juga membuat layar login palsu yang dapat memberikan akses kepada mereka ke alamat email pribadi pengguna.
Menurut Microsoft, cara terbaik untuk menghindari risiko ini adalah dengan menggunakan alternatif yang lebih aman saat bepergian, seperti hotspot seluler. Namun, jika Anda terpaksa menggunakan WiFi hotel, sangat penting untuk waspada terhadap pop-up yang muncul setelah Anda masuk ke jaringan. Pop-up ini bisa muncul dalam bentuk pemberitahuan pembaruan Windows atau jendela pembaruan lainnya yang biasanya terlihat di perangkat Anda. Jika pop-up tersebut muncul segera setelah Anda login ke WiFi hotel, ada kemungkinan itu adalah tanda-tanda bahaya.
Dengan kata lain, jika Anda tidak mengharapkan adanya pop-up pembaruan, sebaiknya hindari semua pop-up yang muncul. Perlindungan data pribadi Anda harus menjadi prioritas utama, terutama saat menggunakan jaringan publik yang rentan terhadap serangan.