REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Penyanyi terkenal, Raisa, siap mempersembahkan lagu terbarunya berjudul ‘Cahaya Hati‘ di depan publik untuk pertama kalinya. Penampilan yang dinanti-nanti ini akan menjadi bagian dari Pagelaran Sabang Merauke dengan tema ‘Hikayat Srikandi Nusantara’, yang dijadwalkan berlangsung dari 21 hingga 23 Agustus mendatang.
Dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Jakarta pada hari Selasa, Raisa mengungkapkan bahwa lagu ini membawa semangat yang sejalan dengan tema pertunjukan. “Lagu ‘Cahaya Hati’ ini memang menjadi inti dari karakter Srikandi, di mana ia berbagi semangat kepada pasukannya dan juga kepada penonton,” ujar Raisa.
Lagu ‘Cahaya Hati’ merupakan hasil kolaborasi antara beberapa nama ternama. Liriknya ditulis oleh Silvi Liswanda, yang menjabat sebagai Wakil Direktur Utama & Deputi CEO iForte, sementara komposisi musiknya diciptakan oleh Eross Candra. Musiknya memadukan elemen populer dengan nuansa musik tradisional Nusantara.
Eross Candra menjelaskan bahwa tantangan terbesar dalam menciptakan lagu ini adalah membuat karya yang bisa berdiri sendiri, namun tetap sejalan dengan dinamika pertunjukan. “‘Cahaya Hati’ tidak diciptakan setelah cerita selesai. Dari awal, kami berdiskusi bersama tim kreatif mengenai karakter, emosi, dan perjalanan yang ingin kami bangun di atas panggung. Oleh karena itu, musiknya tumbuh seiring dengan cerita,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa proses kreatif untuk lagu ini sangat berbeda dibandingkan saat membuat single biasa. Sementara itu, lanskap musik keseluruhan pertunjukan dikembangkan oleh Elwin Hendrijanto, selaku Music Director dan komposer, melalui perpaduan orkestra, paduan suara, musik pop, dan alat musik tradisional Indonesia.
Dari sisi penulisan lirik, Silvi Liswanda menjelaskan bahwa prosesnya berawal dari usaha untuk menerjemahkan nilai-nilai yang diangkat dalam ‘Hikayat Srikandi Nusantara’. Tujuan mereka adalah menciptakan karya yang bisa dinikmati masyarakat luas tanpa menghilangkan pesan yang ingin disampaikan.
“Kami tidak ingin ‘Cahaya Hati’ hanya menjadi lagu untuk sebuah pertunjukan. Lagu ini lahir dari semangat keberanian, keteguhan hati, pengorbanan, dan harapan yang diwakili oleh sosok Srikandi. Namun, kami ingin nilai-nilai tersebut tetap terasa relevan dengan kehidupan saat ini,” jelas Silvi.
Pagelaran Sabang Merauke tahun ini akan menyuguhkan pertunjukan seni kolosal yang mengangkat kisah ‘Hikayat Srikandi Nusantara’. Cerita ini menyoroti perjuangan perempuan dalam berbagai kisah rakyat dari seluruh penjuru Indonesia. Produksi berskala besar ini melibatkan sekitar 1.700 pelaku seni, kreatif, dan tim produksi. Rincian keterlibatan ini mencakup 15 penyanyi, satu grup band, 387 penari, musisi tradisional yang memainkan 50 alat musik tradisional, 119 anggota paduan suara, dan 60 musisi orkestra, serta melibatkan 11 tim koreografer dan 16 desainer kostum, yang akan menampilkan total 103 koreografi dan 28 lagu.